Senin, 26 November 2018

Penjelasan Renang,Permainan Bola Kecil Dan P3K





Pengertian Renang


Renang merupakan salah satu cabang olahraga aquatik. Renang adalah upaya untuk menggerakkan (mengapungkan atau mengangkat) semua bagian tubuh ke atas permukaan air. Renang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan bantuan. Renang adalah cabang olahraga yang menggunakan anggota tubuh terutama bagian tangan dan kaki untuk bergerak di dalam air.
Berikut ini pengertian olahraga renang dari beberapa sumber:
  1. Menurut Muhajir (2004:166), renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang bertambah meningkat.
  2. Menurut Budiningsih (2010:2), renang adalah salah satu olahraga air yang dilakukan dengan menggerakkan badan di air, seperti menggunakan kaki dan tangan sehingga badan terapung di permukaan air.
  3. Menurut Abdoelah (1981:270), Renang adalah suatu jenis olahraga yang dilakukan di air, baik di air tawar maupun di air asin atau laut.
  4. Menurut Erlangga (2010:75), Renang merupakan olahraga air yang sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi kekuatan otot tubuh, jantung, paru-paru dan membangkitkan perasaan berani.

    Pengertian, Manfaat, Prinsip dan Gaya Renang

    Pengertian Renang


    Renang merupakan salah satu cabang olahraga aquatik. Renang adalah upaya untuk menggerakkan (mengapungkan atau mengangkat) semua bagian tubuh ke atas permukaan air. Renang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan bantuan. Renang adalah cabang olahraga yang menggunakan anggota tubuh terutama bagian tangan dan kaki untuk bergerak di dalam air.
    Berikut ini pengertian olahraga renang dari beberapa sumber:
  5. Menurut Muhajir (2004:166), renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang bertambah meningkat.
  6. Menurut Budiningsih (2010:2), renang adalah salah satu olahraga air yang dilakukan dengan menggerakkan badan di air, seperti menggunakan kaki dan tangan sehingga badan terapung di permukaan air.
  7. Menurut Abdoelah (1981:270), Renang adalah suatu jenis olahraga yang dilakukan di air, baik di air tawar maupun di air asin atau laut.
  8. Menurut Erlangga (2010:75), Renang merupakan olahraga air yang sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi kekuatan otot tubuh, jantung, paru-paru dan membangkitkan perasaan berani.

Manfaat Renang

Olahraga renang selain menyehatkan juga memiliki manfaat. Menurut Budiningsih (2010:5) manfaat olahraga renang ada lima, yaitu: 
  1. Sebagai sarana bermain/rekreasi Kolam renang dapat dijadikan sebagai sarana bermain dan rekreasi. Anakanak dan balita akan menyukai permainan air.
  2. Menyehatkan badan dan dapat merangsang gerakan motorik Berolahraga renang dapat menyehatkan badan. Bagi balita dan anak-anak, otot-ototnya akan berkembang, persendian dapat tumbuh optimal, tubuh menjadi lentur, dan pertumbuhan badan meningkat. 
  3. Dapat menghilangkan rasa takut pada air Dengan berolahraga renang dapat menghilangkan rasa takut pada air. Sehingga baiknya, semenjak bayi sudah dibiasakan bermain air dan kelak jika sudah besar tidak takut pada air. 
  4. Meningkatkan keberanian, percaya diri dan mengasah kemandirian. Olahraga renang dapat mendorong kita tumbuh menjadi sosok yang berani, percaya diri tinggi, dan mandiri. 
  5. Meningkatkan kemampuan sosial Olahraga renang yang dilakukan bersama-sama dapat menumbuhkan rasa kebersamaan. Juga dapat meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Prinsip-prinsip Renang

Prinsip-prinsip renang menurut Tunggal (2005:4-5) disebutkan sebagai berikut: 
  1. Prinsip hambatan dan dorongan. Kecepatan maju di dalam renang adalah hasil dari dua kekuatan yaitu kekuatan yang cenderung untuk menahannya (tahanan dan hambatan) dan kekuatan yang mendorong maju yang di timbulkan oleh gerakan lengan dan kaki. 
  2. Prinsip keteraturan dalam penggunaan dorongan (kontinuitas gerakan). Penggunaan gerakan dorongan yang teratur adalah lebih baik dan efektif dari pada penggunaan yang tak teratur untuk mendorong tubuh maju. 
  3. Prinsip hukum aksi-reaksi yang dipakai dalam pemulihan (recovery) mekanika pemulihan lengan tiga dari empat gaya renang terjadi di luar air. Mempunyai pengaruh terhadap efisien dan kecepatan renang.
  4. Prinsip pemindahan momentum, sangatlah mudah memindahkan momentum dari suatu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Prinsip ini digunakan dalam banyak gerakan-gerakan yang kita lakukan di dalam dan di luar air.

    Pengertian, Manfaat, Prinsip dan Gaya Renang

    Pengertian Renang

    Pengertian, Manfaat, Prinsip dan Macam-macam Gaya Renang
    Renang
    Renang merupakan salah satu cabang olahraga aquatik. Renang adalah upaya untuk menggerakkan (mengapungkan atau mengangkat) semua bagian tubuh ke atas permukaan air. Renang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan bantuan. Renang adalah cabang olahraga yang menggunakan anggota tubuh terutama bagian tangan dan kaki untuk bergerak di dalam air.
    Berikut ini pengertian olahraga renang dari beberapa sumber:
  5. Menurut Muhajir (2004:166), renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang bertambah meningkat.
  6. Menurut Budiningsih (2010:2), renang adalah salah satu olahraga air yang dilakukan dengan menggerakkan badan di air, seperti menggunakan kaki dan tangan sehingga badan terapung di permukaan air.
  7. Menurut Abdoelah (1981:270), Renang adalah suatu jenis olahraga yang dilakukan di air, baik di air tawar maupun di air asin atau laut.
  8. Menurut Erlangga (2010:75), Renang merupakan olahraga air yang sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi kekuatan otot tubuh, jantung, paru-paru dan membangkitkan perasaan berani.

Manfaat Renang

Olahraga renang selain menyehatkan juga memiliki manfaat. Menurut Budiningsih (2010:5) manfaat olahraga renang ada lima, yaitu: 
  1. Sebagai sarana bermain/rekreasi Kolam renang dapat dijadikan sebagai sarana bermain dan rekreasi. Anakanak dan balita akan menyukai permainan air.
  2. Menyehatkan badan dan dapat merangsang gerakan motorik Berolahraga renang dapat menyehatkan badan. Bagi balita dan anak-anak, otot-ototnya akan berkembang, persendian dapat tumbuh optimal, tubuh menjadi lentur, dan pertumbuhan badan meningkat. 
  3. Dapat menghilangkan rasa takut pada air Dengan berolahraga renang dapat menghilangkan rasa takut pada air. Sehingga baiknya, semenjak bayi sudah dibiasakan bermain air dan kelak jika sudah besar tidak takut pada air. 
  4. Meningkatkan keberanian, percaya diri dan mengasah kemandirian. Olahraga renang dapat mendorong kita tumbuh menjadi sosok yang berani, percaya diri tinggi, dan mandiri. 
  5. Meningkatkan kemampuan sosial Olahraga renang yang dilakukan bersama-sama dapat menumbuhkan rasa kebersamaan. Juga dapat meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Prinsip-prinsip Renang

Prinsip-prinsip renang menurut Tunggal (2005:4-5) disebutkan sebagai berikut: 
  1. Prinsip hambatan dan dorongan. Kecepatan maju di dalam renang adalah hasil dari dua kekuatan yaitu kekuatan yang cenderung untuk menahannya (tahanan dan hambatan) dan kekuatan yang mendorong maju yang di timbulkan oleh gerakan lengan dan kaki. 
  2. Prinsip keteraturan dalam penggunaan dorongan (kontinuitas gerakan). Penggunaan gerakan dorongan yang teratur adalah lebih baik dan efektif dari pada penggunaan yang tak teratur untuk mendorong tubuh maju. 
  3. Prinsip hukum aksi-reaksi yang dipakai dalam pemulihan (recovery) mekanika pemulihan lengan tiga dari empat gaya renang terjadi di luar air. Mempunyai pengaruh terhadap efisien dan kecepatan renang.
  4. Prinsip pemindahan momentum, sangatlah mudah memindahkan momentum dari suatu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Prinsip ini digunakan dalam banyak gerakan-gerakan yang kita lakukan di dalam dan di luar air                                                                                                                               
         
    Pengertian Bola Kecil
    Permainan bola keci merupakan sebuah permainan yang menggunakan bola berukuran kecil, biasanya dalam permainan ini menggunakan alat pendukung dalam permainannya seperti raket, tongkat dan bet.Sama halnya bola besar, permainan bola kecil juga membutuhkan tempat atau lapangan khusus serta memiliki beberapa peraturan saat bermain.

    Namun banyak cabang permainan bola kecil telah banyak dilombakan dalam sekala Nasional dan Internasional. Selain dari pada itu permaina bola kecil juga memeiliki banyak talit berbakat, namun tidak setenar atlit permainan bola besar. Kebanyakan memang olahraga permainan bola kecil kurang dikenal oleh masyarakat namun dalam kenyataannya masyarakat sering memainkannya.
    Cabang Olahraga Permainan Bola Kecil 
    Macam macam permainan yang termasuk permainan bola kecil beserta penjelasannya secara umum sebagai berikut :
    1. Tenis meja
    Awal mula tenis meja muncul berasal dari negara Inggris dengan sebutan gossime, kemunculannya dimulai pata tahun 1800 di inggris dengan peralatan meja makan dan bola dari gabus. Pingpong sebagai olahraga serius pada tahun 1922 hingga akhirnya terbentuknya Federasi Tenismeja Internasional (ITTF) yang terdiri dari 140 negara anggota pada tahun 1926. Tenis meja adalah olahraga yang dimainkan oleh dua pasang (ganda) atau dua pasang (tunggal) dengan menggunakan alat bet yang dilapisi karet dan bola terbuat dari bahan selulosa dan meja sebagai lapanganny.  
    2. Softball
    Permainan Softball lahir di Amerika Srikat, pada 16 September 1887 secara tidak sengaja oleh George Hancock. Permainan Softball adalah olahraga beregu yang terdiri atas dua tim. Softball merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol (baseball) atau haredball. Bola softball ini berdiameter antara 28-30,5 centimeter, bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan yang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defense) dan time yang memukul (offense). tiap tim berlomba mengumulkan angka (run) dengan memutar 3 seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate.
    3. Bulutangkis
    Bulutangkis menurut sejarah berasal dari india yang dinamakan poona, lalu permainan ini dibawa ke Inggris dan dimainkan di taman istana milik Duke de Beufort di Badminton Gloucenter Shire pada tahun 1873 sehingga permainan ini disebut juga Badminton. Pada tanggal 5 juli 1934 dibentuk IBF (International Badminton Federation). Bulutangkis sendiri adalah permainan yang dimainkan oleh satu lawan satu atau dua lawan dua dengan menggunakan raket sebagai alat pemukul dan kok sebagai objek pukul serta lapangan persegi empat dengan Net sebagai batas pembatas daerah permainan sendiri dan lawan.
    .                                                                                                                                        
         
    Pengertian, Maksud dan Tujuan P3K

    P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) adalah upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada pekerja atau orang lain yang berada di tempat kerja, yang mengalami sakit atau cidera di tempat kerja.
    P3K dilakukan dengan maksud memberikan perawatan darurat pada korban, sebelum pertolongan yang lebih lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya. Adapun tujuan P3K antara lain :

    ü  Menyelamatkan nyawa
    ü  Meringankan penderitaan korban, seperti meringankan rasa nyeri
    ü  Mencegah cedera/penyakit bertambah parah, seperti mencegah perdarahan
    ü  Mempertahankan daya tahan korban
    ü  Menunjang upaya penyembuhan
    ü  Mencarikan pertolongan lebih lanjut

    Tindakan P3K

    Tindakan pertolongan yang harus dilakukan, meliputi :

    ·      Menilai situasi

    Perhatikan situasi yang terjadi dengan cepat dan aman. Kenali bahaya yang mengancam diri sendiri, korban dan orang lain. Perhatikan sumber bahaya yang ada serta jenis pertolongan yang tepat. Tindakan pertolongan dilakukan dengan tenang. Perhatikan juga akan adanya bahaya susulan.
    ·      Mengamankan tempat kejadian

    Perhatikan faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Utamakan keselamatan diri sendiri. Jauhkan korban dari bahaya dengan cara aman dan memperhatikan keselamatan diri sendiri (dengan alat pelindung). Singkirkan sumber bahaya (misalnya putuskan aliran listrik, matikan mesin yang masih beroperasi) dan hilangkan faktor bahaya (misalnya dengan menghidupkan exhaust fan). Tandai tempat kejadian sehingga orang lain tahu bahwa di tempat itu ada bahaya.
    ·      Memberikan pertolongan

      Yang pertama dilakukan adalah menilai kondisi korban. Ini dapat dilakukan dengan cara memeriksa kesadaran, pernapasan, sirkulasi darah dan gangguan lokal. Kemudian tentukan status korban serta prioritas tindakan memberikan pertolongan. Pemberian pertolongan sesuai status korban, dapat dilakukan dengan cara sbb:

    ü  Baringkan korban dengan kepala lebih rendah dari tubuhnya
    ü  Bila ada tanda henti nafas dan jantung, berikan resusitasi jantung paru
    ü  Selimuti korban
    ü  Bila luka ringan obati seperlunya
    ü  Bila luka berat, segera mencari bantuan medis yang tepat
      
    ·      Mencari bantuan

    Jika memungkinkan, mencari bantuan orang lain untuk mengamankan tempat kejadian kecelakaan, menelepon RS/tenaga medis, mengambil alat-alat P3K, membantu mengatasi perdarahan, atau membantu memindahkan korban.
    Fasilitas P3K

    Untuk mendukung pelaksanaan P3K dibutuhkan fasilitas P3K, meliputi :

    1.    Personil atau petugas P3K
    Jumlah petugas P3K disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan, faktor risiko di perusahaan dan jumlah shift kerja perusahaan. Untuk menjadi petugas P3K perlu dilakukan seleksi personil (seleksi kepribadian, kesehatan jasmani dan rohani, serta ketrampilan). Calon petugas yang telah diseleksi, harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum menjalankan tugasnya.
    Adapun rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja dengan jumlah pekerja berdasarkan klasifikasi tempat kerja dapat dilihat pada tabel berikut ini :
    Klasifikasi Tempat Kerja.
    Jumlah Pekerja
    Jumlah petugas P3K.
    Tempat kerja dengan potensi bahaya rendah.
    25 – 150.
    1 orang
    > 150
    1 orang untuk setiap 150 orang atau kurang.
    Tempat kerja dengan potensi bahaya tinggi.
    < 100
    1 orang
    > 100
    1 orang untuk setiap 100 orang atau kurang.
    2.    Kotak P3K
    Bahan kotak P3K harus kuat. Kotak P3K mudah dipindahkan dan diberi label. Kotak P3K diletakkan di tempat yang mudah dilihat dan terjangkau. Isi kotak P3K, jumlah dan jenis kotak P3K diatur berdasarkan Permenakertrans No : Per.15/Men/VIII/2008 tentang P3K di Tempat Kerja.

    3.    Ruang P3K
    Ruang P3K  harus cukup menampung satu tempat tidur pasien dan masih terdapat  ruang gerak bagi seorang petugas P3K serta penempatan fasilitas P3K lainnya. Kondisi ruang P3K harus bersih, terang dan memiliki ventilasi udara yang baik. Agar mudah saat memindahkan korban, pintu ruang P3K dibuat cukup lebar. Lokasinya  mudah dijangkau dari tempat kerja, dekat  dengan kamar mandi serta jalan keluar dan tempat parkir. Ruang P3K dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan berikut ini :
    ü  Wastafel dengan air mengalir
    ü  Kertas tisue/lap
    ü  Usungan/tandu
    ü  Bidai/spalk
    ü  Kotak P3K dan isi
    ü  Tempat tidur dengan bantal dan selimut
    ü  Tempat menyimpan tandu atau kursi roda
    ü  Sabun dan sikat
    ü  Pakaian bersih untuk penolong
    ü  Tempat sampah dan Kursi tunggu, bila diperlukan
    4.    Alat evakuasi dan alat transportasi
    Alat evakuasi seperti tandu, kursi roda, dan alat lainnya yang digunakan untuk memindahkan korban ke tempat yang aman. Alat transportasi dapat berupa mobil ambulans atau kendaraan lainnya yang digunakan untuk pengangkutan.

    5.    Fasilitas tambahan
    Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri, peralatan khusus di tempat kerja yang memiliki potensi bahaya yang bersifat khusus.
    Penjelasan di atas lebih diarahkan untuk tempat kerja dalam lingkup pengawasan ketenagakerjaan. Namun jika kita lihat manfaat dari pelaksanaan P3K di atas, hal tersebut dapat diterapkan di mana saja, baik di lingkungan keluarga, lembaga pemerintah, lembaga masyarakat dsb. Untuk pelaksanaannya pun tentu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tempat. Semoga bermanfaat, salam K3!                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar